Makna
Pencurahan Roh Kudus
Kisah
Para Rasul 2:1-4
1.
Membuat hidup jadi baru (Kis 2:2)
Dalam
Perjanjian Baru ada bermacam-macam lambang Roh Kudus. Dalam teks peristiwa
Pentakosta, tanda pertama yang muncul adalah angin. Istilah angin dalam PB yang
sering digunakan adalah ”anemos” tapi dalam teks ini digunakan ”pnoe” (2x
dipakai dalam PB yaitu dalam Kis 2:2 ”angin” dan Kis 17:25 ”nafas”). Roh Kudus
bukan angin keras tapi seperti angin keras.
Alkitab
mau mengungkapkan bahwa Roh Kudus yang turun itu mempunyai kekuatan dan
kekuasaan yang luar biasa. Kekuatan dan kekuasaan ini bersama Roh Kudus ada
dalam diri orang percaya.
Dalam
Septuaginta istilah ini dipakai untuk menunjuk kepada:
§
Kej 2:7 ”nafas hidup dihembuskan ke dalam manusia”
§
Kej 7:22 ”nafas”
§ Dalam baptisan Roh Kudus mula-mula terdengar suara angin yang
menjadi tanda seperti Adam diberikan hidup jasmani oleh Tuhan, demikian juga
gereja diberikan hidup secara rohani.
§ Sama seperti penciptaan Adam bersifat khusus yaitu dibentuk dari
debu tanah (Kej 2:7) demikian juga penciptaan gereja bersifat khusus.
Prinsip:
sesudah Adam, manusia tidak dibuat dari debu tanah tapi dilahirkan dengan
proses wajar.
Bagaimana
dengan gereja? Kelahiran baru tidak perlu ditandai dengan tanda yang
spektakuler tapi orang lahir baru secara wajar ditentukan Tuhan melalui iman
(Gal 3:14; Ef 1:13-14).
2.
Memberikan mandat misi (Kis 2:3)
Tanda
kedua yaitu lidah-lidah seperti nyala api tapi mereka tidak terbakar. Ini sama
dengan pengalaman Musa (Kel 3:1-6). Ia melihat semak yang menyala tapi tidak
terbakar (kehadiran Tuhan) saat Tuhan memanggilnya untuk melayani Dia yaitu
untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir sehingga dapat berbakti kepada
Allah.
Prinsip:
Peristiwa Pentakosta dengan tanda lidah-lidah seperti nyala api menyatakan
kepada gerejaNya (setiap orang percaya) untuk pergi membebaskan dunia dari
penindasan dan perbudakan Iblis (Kis 1:8). Kita menerima kuasa untuk menjadi
saksi.
Kata
saksi berasal dari kata ”martus” yang berarti memberitakan Kristus, siap
membuktikan kebenaran itu (Kristus Tuhan) meski harus membayar harga.
Kata
kuasa berasal dari kata ”dunamis”. Kata ini berarti bukan sekedar kekuatan atau
kemampuan tapi kuasa yang bekerja. Kata kuasa (dunamis) memberi pengertian
ganda:
§
Dari sikap yang bersaksi akan menunjukkan keperkasaan atau
keberaniannya dalam arti tidak menunjukkan sikap ragu/takut.
§
Dari dampak kesaksian akan memberi kewibawaan untuk menaklukkan
sehingga pada waktu bersaksi, orang bisa menerima apa yang disaksikannya.
Kata dan
berasal dari kata ”kai” yang berarti sekaligus/serempak maksudnya bersaksi
sekaligus di:
§
Yerusalem : Orang dekat kita
yang berlatar belakang sama
§
Yudea :
Orang yang berlatar belakang sama dengan kita yang ada di kota lain
§
Samaria :
Orang terabaikan di sekitar kita
§
Ujung bumi : Orang terabaikan di
tempat yang jauh dengan kita (dari suku lain/pulau lain/negara lain)
Hal ini
tidak menyatakan jarak secara geografi.
3.
Menyatukan orang percaya (Kis 2:4)
Tanda
ketiga yaitu kemampuan para murid untuk berbicara dalam bahasa lain. Kata
bahasa lain berasal dari kata laleo. Ungkapan bahasa roh berasal dari kata
glossolalia yang terdiri dari kata benda ”glossa” yang berarti lidah/bahasa dan
kata kerja ”lalein” yang berarti berbicara/berkata-kata. Jadi glossolalia
artinya berbicara dengan lidah/berkata-kata dengan bahasa.
Menurut
konteks pemakaiannya, kata benda ”glossa” sendiri sesungguhnya mempunyai tiga
macam arti yang berbeda yaitu:
§
Arti fisiologis yaitu lidah sebagai alat bicara manusia (Mzm 39:2;
52:4; Ams 6:17; 10:31; 17:4; Luk 1:64; 16:24).
§
Arti filologis yaitu bahasa sebagai sarana komunikasi antar
manusia (Yes 66:18; Dan 3:7).
§
Arti pneumatologis yaitu bahasa roh (1 Kor 14:19, 22, 26) yang
berfungsi sebagai wahana doa manusia kepada Allah (1 Kor 14:2, 13; 2 Kor
12:2-4).
Paulus
membedakan arti kedua (filologis) dan arti ketiga (pneumatologis) dengan
menggunakan istilah:
§
Glossa ton anthropon (bahasa manusia)
§
Glossa ton angelon (bahasa malaikat) – 1 Kor 13:1 – bahasa gaib
sehingga butuh penafsiran/penjelasan khusus (1 Kor 12:10, 30; 14:5, 13, 27-28).
Penuh
Roh Kudus (Ef 5:18). Kata penuh (pleroo) merupakan kata kerja imperatif.
Artinya suatu tuntutan (menaati perintah). Kata ini ditulis dalam bentuk
present tense yang artinya berlangsung terus menerus. Kata dipenuhi artinya
dikendalikan/di bawah pengaruh. Hasilnya:
§
Penuh pujian (Ef 5:19-20)
§
Mampu membangun relasi (Ef 5:21 – 6:9)
Tuhan
menjadikan bahasa sebagai alat untuk memecah dan memisahkan bangsa-bangsa dalam
peristiwa Babel (Kej 11). Tuhan mengacau balaukan mereka dengan bahasa yang berbeda.
Prinsip:
peristiwa Pentakosta mengajarkan bahwa dalam Roh Kudus semua suku dan bahasa
sudah disatukan untuk menjadi satu bangsa yang dipilih oleh Tuhan.
Kis
2:6-7. Orang-orang mendengar para rasul berbicara dalam bahasa yang mereka
mengerti.
Kis
2:9-11. Mereka mengerti apa yang dikatakan para rasul bahkan takjub.
Prinsip:
Roh Kudus dalam hati kita telah menjadi pemersatu – menjadi tanda kepemilikan
Kristus.
Kehadiran
Roh Kudus seharusnya menjadikan orang percaya makin kuat, tidak hidup dalam
perpecahan dan perselisihan.
Sikap
egoisme, rasisme harus dibuang karena Roh Kudus adalah pemersatu dan bukan
pemecah belah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Yang mau bergabung dalam komunitas silahkan ja join dan jd member.....