Minggu, 20 Mei 2012

PENCAPAIAN YANG LUAR BIASA

PENCAPAIAN YANG LUAR BIASA
YOHANES 14 : 12

Untuk bisa mengalami JANJI Tuhan dalam nats diatas, kita harus melakukan apa yang disebut dengan "Five Steps Of Achievement" :

1. YAKINLAH (Believe It)
  •    Memulai tahun 2012 ini dengan kepercayaan dan keyakinan penuh bahwa apa yang hendak kita capai itu mungkin untuk diraih!
  •    Perbedaaan mengenai tingkat pencapaian antara seseorang dengan yang lain adalah "keyakinan" mental yang mereka miliki! 
2. LIHATLAH (See It)
  •    "Anda tidak bisa meraih sesuatu yang TIDAK-BISA Anda lihat"
  •    Rahasia Pencapaian : SIR EDMUND HILLARY, manusia pertama yang berhasil menaklukkan gunung tertinggi di dunia Mt.Everest (29 Mei 1953)
  •    Henry Ford : Sesuatu yang paling menakutkan adlah ketika mata Anda tidak bisa melihat tujuan akhir anda! (Kes. Florence Chadwick)
3. RENCANAKANLAH (Plan It)
  •   Setiap pencapaian harus dimulai dengan perencanaan dan strategi yang tepat untuk mewujudkannya.
  •   "Kalau Gagal Jangan Terus Mencoba, Ubahlah Strateginya Lalu Coba Lagi!"
4. BERITAHUKANLAH (Tell It)
  •   Bill Clinton, ketika ia masih kuliah di Yale University, selalu mengatakan tentang mimpinya, bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi Presiden Amerika Serikat!
5. KERJAKANLAH (Work It)
  • Jadikan apa yang ingin Anda raih sebagai satu KEHARUSAN!
  • Ciptakan KEHARUSAN dengan menemukan alasannya!

GIVING THE BEST


GIVING THE BEST
PENGKHOTBAH 9 : 10

Dasar 1 agar dapat menjadi GIVING THE BEST :
POTENSI PENCIPTAAN (Kej.1:26-27)

Dasar 2 agar dapat menjadi GIVING THE BEST :
POTENSI PENEBUSAN
(1 Kor.6:20)

Dasar 3 agar dapat menjadi GIVING THE BEST 
UPAH YANG MULIA
(Kolose 3:23-24)

Jumat, 18 Mei 2012

ARTI PENCURAHAN ROH KUDUS


Makna Pencurahan Roh Kudus
 
Kisah Para Rasul 2:1-4
  
1.      Membuat hidup jadi baru (Kis 2:2)
 
Dalam Perjanjian Baru ada bermacam-macam lambang Roh Kudus. Dalam teks peristiwa Pentakosta, tanda pertama yang muncul adalah angin. Istilah angin dalam PB yang sering digunakan adalah ”anemos” tapi dalam teks ini digunakan ”pnoe” (2x dipakai dalam PB yaitu dalam Kis 2:2 ”angin” dan Kis 17:25 ”nafas”). Roh Kudus bukan angin keras tapi seperti angin keras.
 
Alkitab mau mengungkapkan bahwa Roh Kudus yang turun itu mempunyai kekuatan dan kekuasaan yang luar biasa. Kekuatan dan kekuasaan ini bersama Roh Kudus ada dalam diri orang percaya.
 
Dalam Septuaginta istilah ini dipakai untuk menunjuk kepada:
 
§         Kej 2:7 ”nafas hidup dihembuskan ke dalam manusia”
 
§         Kej 7:22 ”nafas”
 
§    Dalam baptisan Roh Kudus mula-mula terdengar suara angin yang menjadi tanda seperti Adam diberikan hidup jasmani oleh Tuhan, demikian juga gereja diberikan hidup secara rohani.
 
§      Sama seperti penciptaan Adam bersifat khusus yaitu dibentuk dari debu tanah (Kej 2:7) demikian juga penciptaan gereja bersifat khusus.
 
Prinsip: sesudah Adam, manusia tidak dibuat dari debu tanah tapi dilahirkan dengan proses wajar.
 
Bagaimana dengan gereja? Kelahiran baru tidak perlu ditandai dengan tanda yang spektakuler tapi orang lahir baru secara wajar ditentukan Tuhan melalui iman (Gal 3:14; Ef 1:13-14).
  
2.      Memberikan mandat misi (Kis 2:3)
 
Tanda kedua yaitu lidah-lidah seperti nyala api tapi mereka tidak terbakar. Ini sama dengan pengalaman Musa (Kel 3:1-6). Ia melihat semak yang menyala tapi tidak terbakar (kehadiran Tuhan) saat Tuhan memanggilnya untuk melayani Dia yaitu untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan Mesir sehingga dapat berbakti kepada Allah.
 
Prinsip: Peristiwa Pentakosta dengan tanda lidah-lidah seperti nyala api menyatakan kepada gerejaNya (setiap orang percaya) untuk pergi membebaskan dunia dari penindasan dan perbudakan Iblis (Kis 1:8). Kita menerima kuasa untuk menjadi saksi.
 
Kata saksi berasal dari kata ”martus” yang berarti memberitakan Kristus, siap membuktikan kebenaran itu (Kristus Tuhan) meski harus membayar harga.
 
Kata kuasa berasal dari kata ”dunamis”. Kata ini berarti bukan sekedar kekuatan atau kemampuan tapi kuasa yang bekerja. Kata kuasa (dunamis) memberi pengertian ganda:
 
§         Dari sikap yang bersaksi akan menunjukkan keperkasaan atau keberaniannya dalam arti tidak menunjukkan sikap ragu/takut.
 
§         Dari dampak kesaksian akan memberi kewibawaan untuk menaklukkan sehingga pada waktu bersaksi, orang bisa menerima apa yang disaksikannya.
 
Kata dan berasal dari kata ”kai” yang berarti sekaligus/serempak maksudnya bersaksi sekaligus di:
 
§         Yerusalem      : Orang dekat kita yang berlatar belakang sama
 
§         Yudea           : Orang yang berlatar belakang sama dengan kita yang ada di kota lain
 
§         Samaria          : Orang terabaikan di sekitar kita
 
§         Ujung bumi     : Orang terabaikan di tempat yang jauh dengan kita (dari suku lain/pulau lain/negara lain)
 
Hal ini tidak menyatakan jarak secara geografi.
  
3.      Menyatukan orang percaya (Kis 2:4)
 
Tanda ketiga yaitu kemampuan para murid untuk berbicara dalam bahasa lain. Kata bahasa lain berasal dari kata laleo. Ungkapan bahasa roh berasal dari kata glossolalia yang terdiri dari kata benda ”glossa” yang berarti lidah/bahasa dan kata kerja ”lalein” yang berarti berbicara/berkata-kata. Jadi glossolalia artinya berbicara dengan lidah/berkata-kata dengan bahasa.
 
Menurut konteks pemakaiannya, kata benda ”glossa” sendiri sesungguhnya mempunyai tiga macam arti yang berbeda yaitu:
 
§         Arti fisiologis yaitu lidah sebagai alat bicara manusia (Mzm 39:2; 52:4; Ams 6:17; 10:31; 17:4; Luk 1:64; 16:24).
 
§         Arti filologis yaitu bahasa sebagai sarana komunikasi antar manusia (Yes 66:18; Dan 3:7).
 
§         Arti pneumatologis yaitu bahasa roh (1 Kor 14:19, 22, 26) yang berfungsi sebagai wahana doa manusia kepada Allah (1 Kor 14:2, 13; 2 Kor 12:2-4).
 
Paulus membedakan arti kedua (filologis) dan arti ketiga (pneumatologis) dengan menggunakan istilah:
 
§         Glossa ton anthropon (bahasa manusia)
 
§         Glossa ton angelon (bahasa malaikat) – 1 Kor 13:1 – bahasa gaib sehingga butuh penafsiran/penjelasan khusus (1 Kor 12:10, 30; 14:5, 13, 27-28).
 
Penuh Roh Kudus (Ef 5:18). Kata penuh (pleroo) merupakan kata kerja imperatif. Artinya suatu tuntutan (menaati perintah). Kata ini ditulis dalam bentuk present tense yang artinya berlangsung terus menerus. Kata dipenuhi artinya dikendalikan/di bawah pengaruh. Hasilnya:
 
§         Penuh pujian (Ef 5:19-20)
 
§         Mampu membangun relasi (Ef 5:21 – 6:9)
 
Tuhan menjadikan bahasa sebagai alat untuk memecah dan memisahkan bangsa-bangsa dalam peristiwa Babel (Kej 11). Tuhan mengacau balaukan mereka dengan bahasa yang berbeda.
 
Prinsip: peristiwa Pentakosta mengajarkan bahwa dalam Roh Kudus semua suku dan bahasa sudah disatukan untuk menjadi satu bangsa yang dipilih oleh Tuhan.
 
Kis 2:6-7. Orang-orang mendengar para rasul berbicara dalam bahasa yang mereka mengerti.
 
Kis 2:9-11. Mereka mengerti apa yang dikatakan para rasul bahkan takjub.
 
Prinsip: Roh Kudus dalam hati kita telah menjadi pemersatu – menjadi tanda kepemilikan Kristus.
 
Kehadiran Roh Kudus seharusnya menjadikan orang percaya makin kuat, tidak hidup dalam perpecahan dan perselisihan.
 
Sikap egoisme, rasisme harus dibuang karena Roh Kudus adalah pemersatu dan bukan pemecah belah.